SULTRAKINI.COM: Warga yang bermukim di bantaran sungai Wanggu, Jl Haji Lamuse, Kelurahan Wowanggu Lepolepo, Kendari dievakuasi ke dataran tinggi menyusul tingginya air sungai akibat hujan bekepanjangan, sejak Kamis hingga Jumat (12 Mei 2017) sore.

Warga Wanggu Kendari Dievakuasi, Banjir Landa Sejumlah Tempat di Sultra
Suasana di Jalan Wirabuana Anduonohu Kendari saat hujan, Jumat (12/3/2017). (Foto: dok/SULTRAKINI.COM)

Proses evakuasi dibantu oleh Badan SAR Nasional Kendari. Kepala Seksi Basarnas Kendari, Janri menjelaskan pihaknya telah menyiagakan 20 orang anggotanya. Saat ini sudah mendirikan sejumlah tenda untuk warga yang akan mengamankan barang-barangnya.

Setiap tahun, musim hujan, pemukiman warga di sekitar sungai Wanggu, kerap kebanjiran. Di sana tercatat sekitar 50 rumah warga yang didiami ratusan jiwa. Di sini ketinggian air banjir antara 50 cm hingga 1 meter.

Banjir besar pernah terjadi tahun 2002, 2004, 2005 dan banjir terbesar terakhir tercatat pada tahun 2013 silam.

Selain Lepolepo, sejumlah tempat di dalam Kota Kendari juga tergenang air hujan. “Cocok dibuat kolam ikan,” kata netizen di media sosial, Jumat siang.


Banjir juga terjadi di Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan. Sejumlah jalan poros di daerah tersebut terputus akibat longsor dan jembatan putus.

Di Konawe Kepulauan di laporkan sedikitnya lima jembatan hanyut diterjang banjir. “Ambruknya jembatan tersebut akibat hujan deras yang menguyur Konkep,” jelas Kepala dinas (Kadis PU), Israwan Sulpa kepada wartawan.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto, mengatakan telah mengerahkan sejumlah polisi untuk membantu masyarakat yang terkena banjir.

Menurut Andap sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Sultra. (frirac)



Tanggapan Anda?

Facebook Conversations