SULTRAKINI.COM: KENDARI - Bulan Ramadhan sekitar sebulan lagi, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kendari telah mengantisipasi kekhawatiran masyarakat terkait stok dan harga sembako menjelang bulan suci umat Islam itu.
Ramadhan Sebulan Lagi, Stok Sembako Aman, Harga Cabai Turun
Sembako di pasar tradisional Kendari. (Foto: Nova Eliza/SULTRAKINI.COM)

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, Disperindag memastikan stok sembako cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai bulan puasa nanti.

Kepala Bidang Logistik Industri dan Kerjasama Disperindag Kendari, Yusri, mengatakan, harga kebutuhan bahan pokok yang dipantau adalah di Pasar Sentral Wuawua, Pasar Sentral Kota dan beberapa pasar lainnya.

"Berdasarkan pantauan, harga sembako yang dijual seperti daging, daging ayam, telur, cabai, gula, bawang, terigu, minyak goreng masih terbilang harganya normal," kata Yusri, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (13/04/2017)

Ia menjelaskan, harga daging sapi saat ini belum bergerak, masih di kisaran Rp120 ribu per kilogram. Telur masih berkisar Rp37 ribu per rak. Sementara itu harga cabai merah, justru turun dari Rp120 per kilogram menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Sembako di pasar tradisional Kendari. (Foto: Nova Eliza/SULTRAKINI.COM)

Stok beras pun cukup aman, sebab pihak Bulog Sultra telah menyiapkan sebanyak 13 ribu ton beras untuk persiapan jelang Ramadhan.

"Kita sudah konfirmasi mengenai ketersediaan stok beras di Kantor Bulog dan pihaknya mengatakan stok aman, dengan ketersediaan seperti ini kita berharap tidak ada kekhawatiran lagi mengenai itu," jelas Yusri.

Untuk menjaga keseimbangan dan kewajaran harga, Kementerian Perdagangan, kata dia, telah bekerjasama dengan Bulog untuk penyuplai pedagang di pasar.

 Pemerintah berharap, masyarakat bijak dalam berbelanja menjelang Ramadhan nanti. Hal ini terkait dengan faktor psikologis yang kerap menjadi pemicu kenaikan harga sembako. 

"Beli saja sesuai kebutuhan, karena stok banyak. Tidak bakal kehabisan. Jika masyarakat menerapkan cara ini maka harga di pasar tetap akan terkendali," pesannya.

Laporan: Nova Aliza

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations