SULTRAKINI.COM: KENDARI - Hampir seluruh wilayah Kota Kendari tiga hari terakhir ini terendam banjir. Hujan yang berlangsung sejak Kamis (11/5/2017) hingga Minggu (14/5/2017) tanpa henti, mengakibatkan sejumlah sungai dalam kota meluap. Rumah warga pun terendam, hingga tim gabungan harus melakukan evakuasi.
Kendari Terendam, Asrun dan ADP-Sul Tak Tampak
Warga Jalan Kedondong Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia dievakuasi tim Basarnas Kendari karena rumahnya kebanjiran. (Foto: Gugus Suryaman/SULTRAKINI.COM)

Walikota Kendari yang masih menjabat, Asrun, maupun walikota dan wakil walikota terpilih hasil Pilkada 2017, Adriatma Dwi Putra dan Sulkarnain Kadir (ADP-Sul) belum tampak di lokasi bajir. Hanya Sekretaris Kota Alamsyah Lotunani yang tampak memantau warga.

Beberapa daerah terpantau mengalami banjir parah. Di wilayah Kelurahan Anduonohu hampir di semua titik terendam, bahkan ada yang setinggi dada orang dewasa. Perbatasan Kelurahan Mokoau dan Padaleu misalnya, akibat Sungai Wanggu meluap, perumahan di sekitarnya terendam air setinggi betis orang dewasa. Di Kelurahan Lepolepo, ada 96 kepala keluarga yang dievakuasi.

Sekot Kendari (jaket abuabu), Alamsyah Lotunani, saat memantau warga yang kebanjiran. (Foto: Didul/SULTRAKINI.COM)

Pengakuan Sekot Kendari, Alamsyah Lotunani yang ditemui di lokasi banjir, sebagai langkah awal Pemkot melakukan evakuasi warga. Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR, TNI, Polri dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial, mendirikan barak pengungsian, posko kesehatan dan dapur umum di lokasi pengungsian.

Menurut Sekot, walikota dan wakil walikota memantau di tempat lain. Namun di lapangan, tidak tampak walikota, wakilnya, bahkan putra mahkota yang baru saja terpilih di Pilkada, belum tampak.

Rumah warga Kendari terendam banjir. (Foto: Didul/SULTRAKINI.COM)

Informasi yang dihimpun SULTRAKINI.COM, Walikota Asrun pada Sabtu (13/5/2017) hadir di Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara, melakukan sosialisasi dan pengukuhan Relawan Asrun.

Sementara ADP-Sul, saat ini sedang mengikuti jadwal dari Kemendagri, berangkat ke Jakarta dalam rangka persiapan pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih.

"Pemkot sudah mewacanakan relokasi warga di sekitar Kali Wanggu. Hanya saja warga masih menolak karena tanah tersebut sudah lama ditempati dan merupakan warisan orang tua mereka," katanya.

Solusi sementara, lanjut Alamsyah, warga yang masih tetap ingin bertahan direkomendasikan membuat rumah panggung.

Laporan: Didul Interisti

Warga terjatuh saat mencoba melintasi jalur yang terendam banjir di Kelurahan ANduonoho. (Foto: Gugus Suryaman/SULTRAKINI.COM)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations