SULTRAKINI.COM: KENDARI - Harta dengan segala macam yang ada di dunia ini pada dasarnya adalah kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Sehingga manusia sepantasnya menjadikan nikmat itu sebagai sarana ibadah dalam hidupnya.
Balasan Pikiran Manusia Hanya Sebatas Dunia
Ilustrasi (Foto: Google)

Namun masih ada segelintir manusia seakan lupa bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan-Nya dan sebaiknya digunakan di jalan yang baik pula. Kebanyakan mereka hanya sibuk memperkaya diri dan diperbudak oleh dunia. Tentunya wajar jika dikatakan mereka akan merugi di dunia maupun di akhirat.

عن عَمْرو بْنَ عَوْفٍ الأنصاري رضي اللهعنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ أَبَاعُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ إِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأْتِي بِجِزْيَتِهَا فَقَدِمَبِمَالٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ فَسَمِعَتِ الْأَنْصَارُ بِقُدُومِ أَبِي عُبَيْدَةَفَوَافَوْا صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَفَلَمَّا انْصَرَفَ تَعَرَّضُوا لَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهعَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ رَآهُمْ ثُمَّ قَالَ أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَاعُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَيْءٍ قَالُوا أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَفَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَىعَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَابُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَاوَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Dari Amru bin Auf al-Anshari RA bahwa Rasulullah SAW mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarrah ke al-Bahrain untuk mengambil jizyahnya. Kemudian Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa harta dan orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah. Mereka berkumpul untuk shalat Subuh dengan Nabi SAW tatkala selesai dan hendak pergi mereka mendatangi Rasul SAW, dan beliau tersenyum ketika melihat mereka kemudian bersabda:”Saya yakin kalian mendengar bahwa Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa sesuatu?” Mereka menjawab:”Betul wahai Rasulullah”. Rasul SAW bersabda:” Berikanlah kabar gembira dan harapan apa yang menyenangkan kalian, demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akanberlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka” (HR Bukhari danMuslim).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُعَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعِسَعَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَرَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ (رواه البخار)

Dari Abu Hurairah ra berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Celakalah budak dinar, budak dirham, budak qathifah (pakaian sutra kasar) serta budak Khamishah (campuran sutera), (yaitu) yang jika ia diberi maka ia akan ridha, dan jika ia tidak diberi maka dia tidak akan ridha.” (HR. Bukhari).

Dari hadits di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa gemerlapnya dunia dapat membuat manusia lupa akan hadirnya ia di dunia. Beberapa dari mereka sebatas memikirkan dunia saja.

Manusia yang bekerja dan beramal hanya demi uang, dinar, dirham, pakaian dan perhiasaan semata, jika dalam amalan dan pekerjaanya dia mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginannya, maka dia akan ridha dan taat. Namun jika sebaliknya, ketika dia tidak mendapatkan hasil dari amalan dan pekerjaannya, maka dia akan berpaling dan tidak ridha atas apa yang dia dapatkan.

Sehingga orientasi akhirat dalam segala amaliyah kita sangat penting. Karena kelak setiap amalan akan dibalas dengan pahala sesuai dengan niatannya. Jika niatannya adalah dunia, maka ia akan mendapatkan dunia sebagaimana yang diniatkannya. Namun jika niatannya adalah surga dan ridha Allah, maka insya Allah ia juga akan mendapatkannya.

Oleh: Ummu Nurkhalila
Sumber: www.dakwahtuna.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations