SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, dituding tidak independen mengposisikan gambar dan kalimat dalam Alat Peraga Kampanye Paslon nomor urut 2, Rajiun-Ahmat. Tudingan melalui media sosial itu, menyebut adanya kata-kata dan gambar yang kurang pantas pada APK tersebut.
Dituding Tidak Independen, KPU Mubar: Desain APK Hasil Kesepakatan
Festival Kota Tua Bouton
APK paslon di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (foto: Akhir Sanjaya/SULTRAKINI.COM)

Festival Kota Tua Bouton

Anggota Komisioner KPU Muna Barat, Taufan membantah tudingan tersebut. Menurutnya, desain APK sepenuhnya berasal dari pihak masing-masing paslon dan disepakati bersama.

“Kami tidak merubah apapun yang telah di setting oleh LO (Liaison Officer) masing-masing pasangan calon. Kami terima sesuai dengan gambar aslinya yang telah di sepakati kedua kubu,” jelasnya, Rabu (11/01/2017).

Terkait itu, ketua Tim Rajiun Center, Rahmat Apiti kepada SULTRAKINI.COM mengaku tidak keberatan dengan tata letak dari desain APK. Dan sudah disepakati bersama pihak KPU. “Itu hanya ketidakpahaman dari simpatisan kami di masyrakat. Saat ini, kami sangat menghargai kinerja dari KPU (Muna Barat) yang punya visi misi ingin mensukseskan pilkada pertama di Mubar,” terang Apiti.

Laporan : Akhir Sanjaya

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations