SULTRAKINI.COM: KONAWE- Maraknya nikah sirih antara Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina dengan warga lokal, di Kecamatan Morosi dan sekitarnya menjadi sorotan Kementerian Agama (Kemenag) KabupatenKonawe, Sulawesi Tenggara.
Nikah Sirih Warga Lokal dengan TKA Marak di Morosi
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Konawe, Sultra, H.Muh. Nasir (foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)

Kepala Kemenag Konawe, H. Muh. Nasir mengatakan, pernikahan beda Negara itu tidak mesti diiringi perubahan status kewarganegaraa. Pasalnya, setiap calon pasangan suami-istri tersebut, seharusnya tercatat sah oleh Negara melalui Kantor Urusan Agama utamanaya di wilayah setempat.

"Kalau para TKA itu nikahnya resmi dan tercatat di KUA, bisa saja kewarganegaraannya langsung beralih status jadi WNI.Itu sudah ada aturannya," terangnya,” Senin (9/01/2017). 

Terkait pernikahandibawah tangan sebagai motif mengakali visa kunjungan habis, Nasir tidak berkomentar banyak. Dirinya hanya menyayangkan tindakan masyarakat yang lebih memilih nikah sirih dibandingkan resmi yang tercatat oleh Negara. Padahal, pihaknya sedang gencar-gencarnya sosialisasikan tentang nikah, bahkan mengratiskan biaya nikah di KUA.

"Kita sedang gencar-gencarnya melalukan sosialisasi nikah bahkan menggratiskan biaya nikah di KUA, masyarakat malah melakukan nikah sirih, yang secara administrasi negara belum sah," ujarnya.

Laporan: Mas Jaya

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations