SULTRAKINI.COM: KENDARI- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Damsid mengatakan, tidak ada pengaruh siknifikan terkait mekanisme Ujian Nasional dengan dua model. Bahkan ini dinilai lebih baik dibandingkan tidak UN sama sekali.
Dua Model UN 2017 Tidak Pengaruhi Pendidikan Sultra, Asal Tetap UN
Festival Kota Tua Bouton
Pertemuan Klarifikasi pelaksanaan UN dari awak media dan Dikbud Sultra (foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

Festival Kota Tua Bouton

Dua model tersebut, yakni UN dengan empat mata pelajaran saja. Diantaranya Mata Pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran sesuai jurusan atau peminatan siswa. Sedangkan jenjang SMK, ada uji teori kejuruan sesuai bidang kejuruannya. Model kedua, berupa Ujian Sekolah Berstandar Nasional.  Mata pelajaran yang diujikan saat USBN, meliputi pelajaran diluar dari UN.

Dalam hal Soal-soal UN nantinya, dibuat langsung oleh Kemendikbud. Sedangkan soal USBN, dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai organisasi profesi. Paduan soalnya dari guru dan soal jangkar dari pusat masing-masing 20 persen dan 25 persen.

“Kualitas tidak pada pemilihan mata pelajaran, tetapi dari hasil evaluasi. Seberapa tinggi siswa menyerap mata pelajaran dan refleksi dari pertanyaan. Saya sendiri inginkan ada UN. Ini bisa jadi motivasi siswa. Kalau UN hanya dijadikan pemetaan itu motivasi anak-anak berbeda. motivasinya tadi tidak gencar saat ada moratorium penghapusan UN. Tapi sekarang berubah karena ada UN lagi,” terangnya, Rabu (4/01/2017).

Dikutip dari website resmi Kemendikbud.go.id (27/122016), KetuaBadan Standar Nasional Pendidikan, Erica Laconi menyampaikan penyelenggaran UNtahun 2017 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015, sehingga UNtidak lagi digunakan untuk kelulusan dari satuan pendidikan. Bahkan BSNP bakalmengeluarkan Prosedur Operasi Standar (SOP) pelaksanaan UN tahun 2017.

Laporan: Sarini Ido

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations