SULTRAKINI.COM: KENDARI- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Damsid mengungkapkan, kualitas pendidikan daerah ini belum standar nasional. Kendala itu, terukur dari minimnya sejumlah fasilitas dan permasalahan kompetensi guru.
Kualitas Pendidikan Sultra Belum Standar Nasional, Damsid: Yang Lemah itu Daerah Pemekaran
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Damsid didampingi Kepala Dikmen Dikbud Sultra, Jabaruddin (foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

“Banyak indikatornya. secara keseluruhan infastruktur pendidikan kita masih perlu pembenahan. Hampir semua rata kualitas pendidikan di Sultra. Dari sisi nilai kompetensi kita 5,3 untuk satu indikator saja dari 5,5 ditetapkan nasional. Belum memadai secara penuh tapi kalau ukuran nasional yang penuhi standar baru 30 persen,” katanya kepada SULTRAKINI.COM, Rabu (4/1/2017).

Terkait fasilitas lanjutnya, rata-rata sekolah masih menggabungkan ruang praktek siswa. Apalagi sekolah tingkat menengah kejuruan, lebih membutuhkan ruang praktek. Sedangkan tingkat SMA, membutuhkan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), pemugaran bangunan sekolah dan laboratorium praktek.

Sementara itu, untuk kompetensi guru pihaknya masih melakukan peningkatan dengan dua program khusus, yaitu kualifikasi melalui peningkatan jenjang pendidian guru dan upgrade metedeologi serta substansi pelatihan kompetensi mata pelajaran.

“Lab saja masih campur. Itu yang kita benahi. Selain itu peningkatan kompetensi guru, ada dua program yang dibuat kualifikasi, dan upgrade,” jelasnya.

Umumnya dari 275 SMA Negeri, 219 SMA Swata, 145 SMK dan 56 SLB di 17 kabupaten/kota di Sultra, daerah dengan kualitas pendidikan masih minim berada di wilayah pemekaran, salah satunya konawe kepulauan. “Pasti yang lemah itu daerah pemekaran, konawe, konawe kepulauan. Tidak kekurangna sekali tapi belum memenuhi standar nasional,” tutup Damsid.


Laporan: Sarini Ido

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations