SULTRAKINI.COM: KENDARI - Tim pemenangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman menemukan satu karung selebaran black campaign. Selebaran yang bertuliskan "Koruptor di Belakang Rasak" tersebut ditemukan di empat kecamatan yakni Puwatu, Mandonga, Kendari, dan Kendari Barat.
Tim Rasak-Haris Temukan Sekarung Selebaran Black Campaign, Panwas Belum Lakukan Registrasi
Selebaran yang disebar orang tak dikenal yang ditemukan Tim Rasak-Haris

"Hasil temuan dari tim di lapangan, selebaran itu mencapai satu karung. Semuanya di dapat di Puwatu, Mandonga, Kendari, dan Kendari Barat," terang Ketua Tim Ikrar, Alvian Pradana Liambo, Senin (2/1/2017) malam

Ia menduga selebaran tersebut disebar dini hari. Sebab timnya sempat melihat dua orang berboncegan sepeda motor menghamburkan kertas di jalan, tetapi baru tahu kalau itu selebaran black campaign pagi harinya. 

Alvian sangat menyayangkan kelakuan tersebut, apalagi kalau itu benar dilakukan pasangan calon tertentu. "Kita sangat sayangkan kejadian ini, apalagi kita sudah bersama melakukan deklarasi kampanye damai," katanya.

Untuk itu pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Panwaslu Kota Kendari. Ia berharap pihak Panwas dapat segera mengungkap pelaku.

Sementara itu, pihak Panwaslu Kota Kendari membenarkan Tim Rasak-Haris telah melaporkan terkait selebaran tersebut. Hanya saja pihak Panwas belum bisa melakukan registrasi terhadap laporan tersebut. 

"Ia Senin siang mereka sudah melaporkan penemuan selebaran tersebut. Hanya laporannya belum bisa diregistrasi karena pelakunya belum diketahui," terang Anggota Panwaslu Kota Kendari, Sahinuddin, melalui sambungan telepon, Selasa (3/1/2017) sore.

Oleh karena itu, jelas Sahinuddin, pihaknya telah membuat kesepakatannya dengan Tim Rasak-Haris untuk bersama-sama melakukan penelusuran. "Jika diketahui siapa yang menyebarkan maka secepatnya akan kami diproses. Untuk saat ini kami masih melakukan penelusuran," terangnya.

Terkait penyebar selebaran ini, Panwas belum bisa menyimpulkan apakah ini dari salah satu paslon atau dari pihak lain yang ingin memanasi ketiga paslon. "Kita belum sampai ke situ karena kita masih melakukan penelusuran. Namun, kelakuan yang semacam ini akan dikenai sanksi pidana minimal 3 bulan dan maksimal 18 bulan," ujarnya.

Sahinuddin berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Sebab, katanya, hal ini dapat mengusik kedamaian dan mencederai Pilwali Kendari. "Makanya langkah selanjutnya juga yang kami lakukan adalah dengan menghimbau ketiga paslon, tim, dan masyarakat agar sama-sama menahan diri," tandasnya. 

Laporan: Didul Interisti

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations