SULTRAKINI.COM: KENDARI - Empat puluh tiga hari menjelang pemilihan Walikota Kendari, beredar selebaran bertuliskan "koruptor di belakang Rasak". Dalam selebaran tersebut digambarkan 4 tokoh yang dekat dengan Rasak pernah terlibat kasus korupsi. Selebarannya sendiri ditemukan di sejumlah tempat di Kecamatan Puwatu, Mandonga, dan Kendari. Namun, hal ini ditanggapi biasa oleh pihak Rasak-Haris.
Selebaran menyudutkan Abdul Rasak yang ditemukan di Kecamatan Kendari, Mandonga, dan Puwatu. (Foto: Facebook)

Calon Walikota nomor urut 1, Abdul Rasak mengatakan hal tersebut merupakan bentuk kepanikan dan ketakutan pihak-pihak tertentu. "Ini pengaruh kepanikan dan ketakutan dari berbagai hal. Sebab mau serang pakai kalau secara pribadi saya tidak punya celah. Makanya cara mereka dengan mengungkit kesalahan tim dan orang dekat saya," katanya usai berkampanye di Kelurahan Anawai, Senin (2/1/2017) malam.

Untuk itu, ia tidak akan membuat stateman dan langkah berlebihan. Menurutnya, masyarakat dapat menilai sendiri terkait masalah ini. "Silahkan mereka berbuat begitu. Kami kembalikan ke masyarakat karena mereka bisa menilai sendiri," ujarnya.

Untuk pelaporan ke Panwaslu Kota Kendari, Rasak menyerahkan sepenuhnya ke tim pemenangannya. "Secara mekanisme aturan saya persilahkan tim untuk melaporkan, tetapi secara pribadi saya tidak akan membuat langka berlebihan. 

Sementara Ketua DPD II Partai Golkar Kendari, Hikman Balagi mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa dalam politik. Untuk itu pihaknya tidak akan menanggapi. "Ini hal biasa dalam dinamika politik. Makanya kami tidak perlu tanggapi," katanya.

Ia menilai kejadian ini merupakan bentuk ketakutan pihak tertentu dengan posisi Rasak di Pilwali Kendari. "Ini ketakutan mereka terhadap posisi Pak Rasak. Mereka panik sehingga mencari cara bagaimana menjatuhkan kami," ujarnya.

Untuk mencegah kejadian ini tak berulang, pihaknya akan melakukan langkah pencegahan dengan mengaktifkan posko yang ada. "Kita juga akan mencaritahu siapa aktor di balik penyebaran selebaran ini," tandasnya.

Laporan: Didul Interisti

Facebook Conversations