SULTRAKINI.COM: KENDARI - Hadirnya internet di kehidupan kita, memudahkan segala keperluan. Sebab saat ini, hampir semua kebutuhan mudah didapatkan melalui internet. Informasi yang berseliweran pun menjadi susah terkontrol. Hanya saringan dari diri sendirilah yang paling efektif.
Pelajar SMA sederajat utusan berbagai sekolah di Kota Kendari mengikuti materi Pelatihan Internet Sehat, Kamis (17/11/2016). (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

Munculnya berbagai aplikasi sosial media, sering disalahmanfaatkan oleh orang-orang terutama generasi pelajar masa kini. Para remaja saat ini, hidup di tengah gempuran internet dengan berbagai informasi sampah yang tidak bermanfaat. Karenanya, setiap remaja khususnya pelajar, harus selektif dan cerdas menggunakan internet.

"Siswa itu masih labil, susah mengontrol diri dalam menggunakan internet. Lebih banyak digunakan untuk tujuan tidak jelas atau paling berinterkasi sosial daripada hal-hal yang produktif. Makanya harus terus didorong dan memotivasi diri, agar membimbing dirinya menjadi generasi produktif," ujar salah satu pemateri Pelatihan Internet Sehat bagi pelajar SMA se-Kota Kendari, Gugus Suryaman, saat memaparkan materinya di salah satu hotel, Kamis (17/11/2016).

Cara menyeleksi informasi yang bertebaran di internet, kata Pemimpin Redaksi Sultrakini.com ini, salah satunya dengan mengecek sumber dan pemberi informasi tersebut. Misal berita dari media online, maka situsnya harus dicek legalitasnya, mulai dari badan hukum, pengelola, kredibilitas sampai alamatnya. Sebab informasi yang dapat dipercaya bersumber dari pemberi informasi yang jelas.

Begitu pula dalam menyebarkan informasi kepada khalayak, baik melalui media mainstream maupun media sosial. "Etika dan kaidahnya harus diperhatikan. Jangan sampai kita menjadi orang yang ikut-ikutan menyebar informasi tidak bermanfaat apalagi hoax atau bohong. Karena sekali kita menyampaikan informasi bohong kepada orang lain, maka akan susah mendapat kepercayaan lagi," kata wartawan pemegang sertifikat uji kompetensi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini.

Menggunakan internet, sambung Gugus, khususnya bagi pelajar mestinya lebih pada hal-hal produktif. Misalnya untuk edukasi, siswa dapat menjadikannya sarana mengakses pelajaran atau ikut menyebarkan pengetahuan kepada rekannya. Begitu pun bagi yang ingin belajar berwirausaha melalui online shop.

"Banyak cara, misalnya dengan membuat blog ilmu pengetahuan tertentu, atau situs online shop, atau membuat grup media sosial sebagai tempat belajar bahasa dan sebagainya. Paling tidak, kalau suka berkarya, misal sastra, fiksi, atau musik, manfaatkan internet sebagai sarana promosinya. Bisa saja dilirik para maestro kalau bagus hasilnya, minimal dibantu koreksi," jelasnya.

Masih banyak ilmu yang dibagikan dalam Pelatihan Jaringan Informasi dan Komunikasi Siswa kerjasama Dinas Dikbud Kota Kendari dengan Sultrakini.com ini. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 17-18 November 2016, materi kelas dan praktek.(ADV)

Laporan: Sarini Ido

Facebook Conversations