Aktivitas pengolahan sagu di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, kabupaten Konawe Utara meresahkan warga. Pasalnya, limbah pengolahan sagu tersebut mencemari sungai Mowundo sehingga berwarna hitam dan berbau.

Pengolahan Sagu Cemari Sungai Mowundo
Limbah pengolahan sagu tersebut mencemari sungai Mowundo sehingga berwarna hitam dan berbau. Foto: Arifin Lapotende / SULTRAKINI.COM
Festival Kota Tua Bouton

Pengolahan Sagu Cemari Sungai Mowundo

SULTRAKINI.COM: KONUT - Aktivitas pengolahan sagu di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, kabupaten Konawe Utara meresahkan warga. Pasalnya, limbah pengolahan sagu tersebut mencemari sungai Mowundo sehingga berwarna hitam dan berbau.

Akibatnya warga Desa Mowundo tidak bisa lagi menggunakan air sungai untuk berbagai aktivitas, seperti mencuci dan mandi.

"Sebelum dia hitam seperti ini, kita biasa mandi dan mencuci pakaian disini," kata salah seorang warga Mowundo, Leo pada SULTRAKINI.COM, Senin (14/11/2016).

Bahkan menurut Leo, akibat limbah sagu ini, banyak ikan di Mowundo tersebut yang mati, sehingga tidak bisa lagi dipancing.

Sementara itu, Kepala Desa Mowundo, Adam Adhad membenarkan keluhan warganya ini. Dirinya mengatakan, sudah banyak mendapatkan keluhan dan laporan warga terkait pencemaran itu. "Memang cukup meresahkan pak. Bahkan saya sudah pernah menegur pengolah sagu tersebut, untuk tidak membuang limbah di kali," ungkapnya.

Sekarang lanjut, Adham kali itu sudah tidak bisa kita gunakan lagi. Airnya sudah kotor dan berbau. Jangankan mau mencuci mau sekedar lewat saja mengambil perahu kita sudah jijik.

Dirinya mengatakan, penyebab utama pencemaran tersebut yakni adanya pengelohan sagu di atas hilir kali. Sisa pengolahan yang dibuang langsung ke kali inilah penyebab hitamnya air kali.

"Pengolahan sagu langsung di kali. Jadi otomatis sisa olahan sagu langsung ke kali. Itulah kenapa air berbau busuk," katanya. 

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations