Aduan masyarakat terkait oknum nakal dalam penyambungan listrik baru di Konawe ternyata ditanggapi serius pihak PLN Rayon Unaaha. BUMN tersebut bahkan berjanji bakal memberikan tindakan keras bagi anggota PLN yang bermain nakal.

PLN Janji Tindaki Oknum Nakal dalam Penyambungan Listrik Baru
Manajer PLN Rayon Unaaha, Muh. Minggus. Foto: Mas Jaya / SULTRAKINI.COM
Festival Kota Tua Bouton

PLN Janji Tindaki Oknum Nakal dalam Penyambungan Listrik Baru

SULTRAKINI.COM: KONAWE - Aduan masyarakat terkait oknum nakal dalam penyambungan listrik baru di Konawe ternyata ditanggapi serius pihak PLN Rayon Unaaha. BUMN tersebut bahkan berjanji bakal memberikan tindakan keras bagi anggota PLN yang bermain nakal. 

Manajer PLN Rayon Unaaha,  Muh. Minggus menuturkan, untuk proses penyambungan listrik baru tidak lagi dikerjakan oleh PLN. Akan tetapi sudah dipihakketigakan. Setidaknya ada beberapa perusahaan rekanan PLN di Konawe, seperti Aklindo, Akrili dan Askomilin.

"Untuk penyambungan mendaftarnya tetap ke PLN, baik secara on line maupun langsung ke loket kami di sini. Sedangkan prosesi penyambungannya akan dikerjakan oleh perusahaan mitra," jelasnya saat ditemui di kantornya. 

Minggus mengaku, urusan penyambungan sebaiknya jangan memakai calo. Pihaknya tidak menampik jika ada calo yang bermain dalam urusan tersebut, guna mempercepat urusan penyambungan. Namun Minggus menegaskan, jika ada oknum PLN yang bermain, maka akan langsung diberi sanksi berat hingga pemecatan. 

"Kalau ada oknum yang bermain di PLN dalam hal pelayanan, akanlangsung saya pecat. Kalau yang bermain adalah perusahaan rekanan, akan kami black list," tegasnya. 

Untuk itu lanjut Minggus, pihaknya meminta masyarakat agar proaktif melakukan pengawasan. "Kalau merasa dirugikan oknum, langsung lapor. Sudah ada beberapa anggota yang kami pecat karena masalah seperti ini. Dan untuk perusahaan rekanan yang mengurusi masalah penyambungan, kami himbau kepada masyarakat agar memilih perusahaan yang berada di asosiasi resmi kami. Jangan menerima tawaran dari perusahaan yang tidak jelas," tandasnya.

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations