Mahasiswa asal Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, resmi menempati asrama baru di Kendari. Bupati Morowali, Anwar Hafid, meresmikan bangunan asrama dua lantai yang baru selesai dibangun itu, Rabu (9/11/2016).

Mahasiswa Morowali di Kendari Dapat Asrama, Bupati Minta Tingkatkan SDM

SULTRAKINI.COM: KENDARI - Mahasiswa asal Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, resmi menempati asrama baru di Kendari. Bupati Morowali, Anwar Hafid, meresmikan bangunan asrama dua lantai yang baru selesai dibangun itu, Rabu (9/11/2016).

Di hadapan puluhan mahasiswa Morowali yang hadir saat peresmian asrama, Anwar berpesan agar belajar dengan baik, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Morowali. Sebab saat ini daerah tersebut telah menjadi salah satu dari 13 kawasan industri besar di Indonesia. Smber daya alam yang melimpah, kini tengah dikuasai investor luar daerah.

"Di Morowali tidak hanya pabrik nikel, feronikel, dan lain lain, tetapi sudah akan keluar barang jadi. Bukan hanya orang Indonesia, orang luar pun akan belanja di sana," ujarnya.

Kondisi tersebut tentu berdampak pada penguasaan sumber daya alam. Apalagi dengan terbukanya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tantangan terbesar adalah menjadi penonton di negeri sendiri jika tak memiliki kapasitas mengelola sumber daya alam yang ada.

Saat ini saja, ada 3000 tenaga kerja asal Tiongkok yang masuk di kawasan industri Morowali. Ditambah 9000 tenaga kerja lokal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Morowali sendiri. Untuk bisa bersaing menguasai sumber daya alam tersebut, maka SDM Morowali harus menjadi ahli dalam berbagai hal.

"Sorowako itu butuh 40 tahun untuk orang lokal menempati posisi strategis di industri. Kita jangan sampai lama, cukup 10 tahun saja, posisi strategis di industri harus dipegang anak Morowali," katanya, disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Anwar menyebutkan, saat ini sudah 11 perguruan tinggi di Indonesia yang telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam hal pendidikan. Termasuk salah satunya Universitas Halu Oleo Kendari. Diantara poin kerjasama Pemkab Morowali dan UHO, adalah kemudahan seleksi masuk Fakultas Kedokteran UHO bagi calon mahasiswa asal Morowali.

Selain memfasilitasi asrama, Pemkab juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa Morowali sebesar Rp 3 juta per orang. Hal ini dimaksudkan sebagai rangsangan bagi orang tua untuk bersemangat menyekolahkan anaknya hingga menjadi sarjana.

Perwakilan mahasiwa Morowali, Ismail, berpesan kepada rekannya sesama mahasiswa, agar memanfaatkan asrama yang baru saja dibangun itu untuk belajar serta meningkatkan kemampuan sebagai putra daerah.

Meski sudah diresmikan, masih terdapat banyak ketidakberesan dalam pembangunan asrama tersebut. Sehingga saat ini belum layak untuk ditempati, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan saat ditinggali.

Karenanya, baik Ismail maupun Anwar Hafid, belum merekomendasikan ditempatinya asrama tersebut. Bahkan Anwar selaku bupati, memerintahkan langsung Kadis Pendidikan Morowali yang ikut hadir saat itu, agar segera menuntaskan asrama para mahasiswa.

Fahruddin

(Mahasiswa Magang)

Facebook Conversations